Putri Adelia Bahas Tren Minum Kopi di Indonesia

TERBERITA.COM, Jakarta – Tren minum kopi di Indonesia kini masih digandrungi kalangan Generasi Z.

Faktanya, kopi bukan hanya menjadi sajian, tapi gaya hidup dan cara bersosialisasi anak muda masa zaman sekarang.

Hal itu serupa dikatakan Putri Adelia Cahya Indriyanti.

Sebagai bagian dari Gen Z, ia melihat tren minum kopi di Indonesia saat ini masih tinggi.

“Menurut saya, kopi tidak hanya familiar di kalangan orang tua, tetapi generasi muda juga menikmatinya,” ucap Putri.

Ia berpendapat, beberapa orang menganggap kopi sebagai minuman sehari-hari untuk santai atau penghilang dahaga.

“Ada juga yang memanfaatkan kandungan kafeina di kopi guna menunjang aktivitas seperti belajar, bekerja, hingga kegiatan kreatif,” ungkap perempuan kelahiran Tangerang, 19 Januari 2006 ini.

Peraih gelar Putri Kopi Indonesia 2025 ini menjelaskan, peluang kopi Nusantara untuk bersaing di pasar internasional sangat besar.

“Indonesia memiliki kekayaan jenis kopi dengan karakter rasa khas dan unik, seperti kopi Gayo, Toraja, hingga Kintamani, yang tidak dimiliki negara lain,” jelasnya.

“Dengan kualitas biji kopi yang baik serta cerita budaya di baliknya, kopi Nusantara memiliki daya tarik kuat di pasar global,” ujar pemilik akun Instagram @putriadeliaci.

“Menurut saya, kopi masih akan menjadi tren dalam jangka panjang,” tambahnya.

Ia menuturkan, seiring perkembangan zaman, coffee shop terus menghadirkan inovasi, baik dari segi rasa, penyajian, maupun konsep tempat.

“Kopi tetap relevan dan menarik bagi berbagai kalangan, khususnya generasi muda yang menyukai pengalaman baru serta berbeda,” sebut pemilik zodiak Capricorn ini.

Putri berharap pemerintah dapat mendukung petani kopi melalui edukasi, teknologi, dan akses pasar yang lebih luas.

“Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, Indonesia perlu peningkatan kualitas pascapanen, dan branding yang lebih kuat terhadap kopi Nusantara agar mampu bersaing di kancah internasional,” sampainya.

“Bisa juga dilakukan workshop sebagai daya tarik pengenalan kopi di Nusantara,” tuturnya.

Dia menekankan perlu ada dukungan terhadap UMKM dan industri kopi lokal.

“Itu sangat penting agar kopi Indonesia tidak cuma unggul dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas serta daya saing global,” tandasnya. (Mhr)