Menakar Potensi Indonesia Mencapai Target SDGs 2030 Menurut Jesicha Siby

TERBERITA.COM, Manado – Kondisi sosial politik di Indonesia makin dinamis, hal ini dipicu berbagai hal seperti kebijakan, arah pemerintahan dan pola hidup kelompok masyarakat.

Hal itu serupa dikatakan Jesicha Verainca Tesalonika Siby.

Dia beranggapan generasi muda yang didominasi Gen Z semakin kritis dan berperan aktif dalam mendorong transparansi, edukasi publik, dan inovasi di tingkat komunitas.

Meski begitu, ruang partisipasi anak muda masih perlu diperluas agar ide-ide baru dapat berkontribusi langsung dalam proses perumusan dan implementasi kebijakan.

Baginya, sebagai negara besar Indonesia berpotensi mewujudkan target Sustainable Development Goals (SDGs) 20230.

“Saya menilai Indonesia berpotensi besar mencapai SDGs 2030, tetapi dibutuhkan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, terutama generasi muda,” ujarnya.

“Karena tanpa perbaikan dalam tata kelola politik dan percepatan implementasi sosial di lapangan, target SDGs akan sulit dicapai sesuai tenggat,” tambahnya.

 

Tantangan kesenjangan sosial

Jesicha menuturkan, Indonesia masih mengalami kesenjangan sosial, di mana terdapat perbedaan signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi.

“Kesenjangan bisa diperkecil jika pemerintah memperkuat program perlindungan sosial, percepat pembangunan infrastruktur dasar, dan mendorong pemerataan investasi ke daerah luar Jawa,” tuturnya.

Miss Humanity Sulawesi Utara 2024 ini merincikan, potensi Indonesia mencapai target SDGs 2030 tetap kuat, namun keberhasilannya bergantung pada tiga hal.

“Pertama kebijakan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, bukan hanya berorientasi pertumbuhan angka. Kedua yakni peningkatan kualitas SDM, khususnya melalui pendidikan vokasi dan digital skill. Ketiga, pemerataan pembangunan antarwilayah untuk menekan kesenjangan sosial dan ekonomi,” ujar perempuan kelahiran Lembean, 2 September 2007 ini.

Menurutnya, jika semua langkah tersebut dilakukan secara konsisten dan bebas dari hambatan birokrasi serta korupsi, Indonesia bisa mencapai target SDGs 2030.

Pemilik akun Instagram @Jesichasiby ini menuturkan, demi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menyediakan lapangan pekerjaan, pemerintah harus segera memperbaiki SDM, regulasi, UMKM, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan (anti-korupsi).

“Kelima area ini adalah fondasi utama bagi ekonomi yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Perempuan dengan hobi balap dan menembak ini menambahkan, untuk mengatasi kesenjangan sosial, pemerintah Indonesia perlu menggabungkan kebijakan redistribusi (pajak, jaminan sosial) dan pertumbuhan inklusif (pendidikan, lapangan kerja, pemerataan wilayah).

“Pendekatan harus holistik dan fokus pada pemerataan kesempatan, bukan hanya memberikan bantuan,” tutupnya. (Mhr)