Sherene Tampi Dukung dan Lindungi Korban Perundungan
TERBERITA.COM, Manado – Perundungan masih menjadi masalah yang sering ditemui di sekolah. Meski telah ada banyak kampanye stop perundungan tidak serta merta menghentikan fenomena tersebut.
“Menurut saya pribadi, perundungan adalah tindakan menyakiti orang lain, baik secara fisik, verbal, maupun mental, yang dilakukan secara berulang,” kata Sherene Tampi.
Menurutnya perundungan biasanya dianggap sebagai candaan oleh pelaku, namun tanpa sadar membuat orang lain merasa tidak aman dan tidak dihargai.
“Dampaknya, korban bisa kehilangan kepercayaan diri, tertekan, merasa takut berada di lingkungan tertentu, dan bahkan mengganggu kesehatan mental,” ujarnya.
Gadis kelahiran Palangkaraya, 23 Agustus 2008 ini mengungkapkan, jika menemui kasus perundungan, maka sebagai pelajar dirinya akan memastikan korban merasa aman.
“Tentu saya bakal lebih sering mengajak korban berinteraksi agar membuatnya percaya bahwa ia tidak sendirian dan mendapat dukungan,” ungkap Sheren.
“Saya akan melapor pada pihak sekolah yang berwenang untuk menindaklanjuti aksi tersebut agar tidak ada lagi korban selanjutnya,” tambahnya.
Baginya, mencegah perundungan bisa dimulai dari hal paling dekat, seperti lingkungan keluarga.
“Kebiasaan di dalam rumah atau lingkungan sekitar sangat memengaruhi pelaku perundungan,” ucap siswi SMA Frater Don Bosco, Manado ini.
Lebih lanjut, pemilik akun Instagram @shereneoo ini menjelaskan, mengajarkan empati sejak dini harus dilakukan agar semua orang memahami perasaan orang lain dan tidak melakukan hal menyakitkan.
“Kata-kata dan tindakan selalu berdampak, yang terpenting harus selalu menghargai orang sekitar, baik di rumah, gereja, sekolah, dan di mana saja,” ucap gadis yang hobi membaca ini.
Sherene menjelaskan, korban perundungan perlu mendapat dukungan keluarga maupun sekolah.
Ia berpandangan, para korban memerlukan ruang aman untuk bercerita dalam proses memulihkan kepercayaan diri dan keamanan.
“Ketika korban merasa didampingi dan dilindungi, mereka akan lebih siap kembali belajar seperti biasa,” tutupnya. (Mhr)
