Cerita Lurah Lurih PPH 2026: Belajar Hal Baru dan Keluar dari Zona Nyaman
Foto bersama finalis PPH 2026, panitia, pimpinan fakultas, dan pembina. (Foto: Panitia PPH 2026)
TERBERITA.COM, Manado – Pemilihan Putra Putri Hukum (PPH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terus bergulir. Berdasarkan informasi terbaru, seluruh finalis baru saja melewati tahap karantina di D’Anna Palace, Tomohon selama dua hari yakni 17-18 Oktober 2026.
Selayaknya pageant dan kontes pemilihan lainnya, lurah lurih bertugas sebagai pemimpin dari para finalis.
Tidak sampai di situ, keduanya memiliki tanggung jawab membangun iklim kompetisi yang sehat serta rasa kekeluargaan diantara seluruh finalis.
Pada Pemilihan PPH 2026, Ken Elvin Dimitri Lingga dan Gavrilia Kharisia Nender mengemban tanggung jawab sebagai lurah dan lurih.
“Salah satu tantangan tersulit adalah bagaimana menjadi contoh yang baik bagi para finalis lain selama mengikuti setiap tahapan,” ucap lurih.
Gadis kelahiran 21 November 2006 ini mengaku harus bisa memperbaiki diri serta jadi pribadi lebih baik sebelum berperan sebagai role model untuk semua finalis.
Dirinya menerangkan, diperlukan komunikasi yang baik antara teman-teman finalis dengan panitia.
“Kita pun belajar mengelola komunikasi, menyampaikan pendapat maupun aspirasi,” sebutnya.
Kharis bercerita, menjadi lurih tidak hanya sebatas memimpin, tapi juga saling mengingatkan bahkan hingga ke detail kecil.
“Lewat berbagai proses di PPH, kita belajar untuk keluar dari zona nyaman,” sampainya.
Dia mengaku senang telah mempelajari berbagai hal baru sejak awal mengikuti tes, pra karantina, fase latihan maupun tahapan lainnya.
“Making decision together is another level of learn, karena di sini saya tidak sendiri melainkan bersama kawan-kawan finalis dari berbagai latar belakang, makanya perlu ada upaya membangun komunikasi serta harus bisa ada untuk mereka,” tuturnya.
“Sangat bersyukur bisa lebih disiplin, makin percaya diri, fokus ke tujuan, sadar potensi diri serta bagaimana mengembangkannya,” ucapnya.
Di kesempatan itu, Kharis menuturkan, support system terbaiknya ialah keluarga yang terus memberikan perhatian, doa, dan dukungan.
“Keluarga saya melihat ada perubahan besar, dan terus terang hal itu melebihi ekspektasi mereka,” sampainya.
“Walau kadang merasa ingin menyerah, tapi saya selalu percaya kita semua adalah orang pilihan, jangan anggap ini hanya sebatas kompetisi tapi belajarlah dan ambil semua hal positif yang bisa diterima,” imbuhnya.
“Be you, be brave and be beautiful as who you are,” tandasnya.
Sementara, Ken Elvin Dimitri Lingga, sebagai lurah mengaku dirinya mengalami peningkatan spiritual selama mengikuti pemilihan.
“Akhirnya tersadar bahwa apa yang saya jalani sekarang adalah kesempatan dari Tuhan,” ungkapnya.
Ia tak segan mengakui jika aspek religius sangat berperan besar bagi pribadinya.
“Apalagi dipercayakan sebagai lurah, jelas tidak mudah. Namun saya selalu tanamkan pada diri sendiri, Tuhan pasti akan menolong,” katanya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, sejak menjadi lurah, dirinya harus belajar memimpin serta menjadi teladan bagi semua finalis.
Salah satu tantangan terbesar menurut Ken adalah ketika harus mempertahankan sikap tegas sebagai sosok yang bertanggung jawab memimpin para finalis.
“Terlebih lagi rekan-rekan bisa dibilang cukup aktif,” imbuhnya, Senin (19/10/2026).
Lelaki asal Makassar ini mengaku bisa lebih percaya diri untuk memimpin meski awalnya merasa tidak mampu.
“Tapi bagi saya ini kesempatan yang baik meningkatkan skill leadership,” tuturnya.
Ia pun bersyukur bisa membangun kerja sama dengan baik bersama lurih selama menjalani setiap tahapan.
“Sangat senang karena tidak menyangka bisa saling melengkapi satu sama lain,” tuturnya.
“Panitia selalu berikan yang terbaik buat kita semua dan so far so good mereka baik, disiplin, dan tegas. Semua itu demi membentuk kami agar menjadi representasi mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat yang berkualitas serta berintegritas,” tambahnya.
“Bagi teman-teman finalis, meski lelah tapi saya yakin kita bisa bertahan hingga final dengan mental lebih kuat, jati diri utuh. Mari sama-sama hadapi setiap tantangan, dan ingatlah satu hal bahwa kita adalah kita keluarga,” tutupnya. (Mhr)
