Perjuangan Joshua dan Qania di Pemilihan Nyong Noni FMIPA Unsrat
TERBERITA.COM, Manado – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sam Ratulangi (FMIPA Unsrat) kini resmi memiliki duta kampus yang baru dengan terpilihnya Joshua Kapantow dan Qania Gumolung sebagai Nyong dan Noni FMIPA 2026.
Hal ini menjadi penanda bahwa perjalanan para duta kampus baru saja dimulai dan akan memikul tanggung jawab besar.
Noni FMIPA 2026, Qania Gomulung mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan karena bisa melewati semua tahapan hingga selesai.
Menurut dia, perjalanan dari awal seleksi tidak mudah karena harus melewati banyak proses.
“Bagaimana mempersiapkan diri, membagi waktu antara perkuliahan dan kegiatan lainnya, sampai belajar lebih percaya diri serta berani keluar dari zona nyaman,” ucapnya.
Qania mengatakan dirinya menemukan banyak pelajaran baru, seperti mengenal potensi diri, memperbaiki kekurangan dan menjadi lebih baik.
“Pemilihan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi kesempatan bertumbuh, membangun relasi, dan mendapat pengalaman berharga,” ujarnya.
Qania menuturkan, dirinya sangat bersyukur bisa menjalani semuanya sampai selesai. Dia percaya bahwa setiap tahapan yang Tuhan izinkan untuk dilewati punya pelajaran dan tujuan tersendiri.
“Pelajaran paling berharga yang saya dapatkan selama mengikuti seluruh tahapan adalah tentang mengenal diri sendiri, membangun kepercayaan diri, dan berani keluar dari zona nyaman,” ungkap dia.
“Menjadi representasi FMIPA bukan cuma menyoal penampilan atau kemampuan menjawab pertanyaan, tapi yang terpenting adalah membawa pengaruh positif, selalu rendah hati dan terus memperbaiki diri,” sampainya.
Qania berkeinginan menjadi jembatan FMIPA Unsrat kepada masyarakat, khususnya generasi muda, dengan memperkenalkan ilmu pengetahuan, terutama sains yang sangat berperan penting di kehidupan sehari-hari.
“Saya pun ingin mendukung kegiatan fakultas, mengajak teman-teman mahasiswa meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” tutur Noni FMIPA Unsrat 2026.
Nyong FMIPA Unsrat 2026, Joshua Kapantow menyebutkan sempat mengalami kesulitan membagi waktu dan prioritas dikarenakan padatnya jadwal kuliah.
“Awalnya memang sulit, tapi seiring berjalannya waktu boleh terbiasa dan bisa mengatasi kendala itu,” ucap Joshua.
Dirinya membeberkan, pelajaran terpenting selama mengikuti pemilihan Nyong Noni FMIPA, ialah menjadi disiplin dan lebih bertanggung jawab.
“Dampaknya sangat terasa ketika menerapkan hal ini di aktivitas keseharian apalagi saat perkuliahan, saya sendiri bisa lebih teratur, fokus dan disiplin mengerjakan tugas,” imbuhnya.
Dia menambahkan, ketika menjadi representasi mahasiswa FMIPA, ia ingin membagikan pengetahuan yang dirinya miliki agar bermanfaat.
Mahasiswa Jurusan Farmasi ini diketahui concern terhadap isu kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan obat-obatan.
“Sangat ingin membagi pengetahuan serta pemikiran tersebut kepada banyak orang sehingga mereka memperoleh pengetahuan yang benar dan terhindar dari misinformasi,” ujarnya.
“Saya akan berusaha menjadi role model bagi teman-teman mahasiswa dan berharap boleh sama-sama berpikir kritis, bernalar, serta menciptakan inovasi demi kemajuan kampus tercinta,” tutupnya. (Mhr)
