Wujudkan Ruang Literasi Nyaman dan Inspiratif, KKN Unima Renovasi Perpustakaan Desa
TERBERITA.COM, Minahasa – Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unima berhasil melaksanakan renovasi perpustakaan desa Tompasobaru Satu, Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan.
Renovasi ini adalah program kerja bertema Dari buku kita membaca, Dari gambar kita berkarya, yang fokus pada peningkatan sarana dan minat baca masyarakat di wilayah pedesaan.
Mahasiswa gotong royong dalam melakukan perbaikan fasilitas perpustakaan, seperti pengecatan dinding, pembersihan ruangan, penataan ulang rak buku, dan pembuatan pojok baca anak.
Selain itu mereka juga menambahkan hiasan edukatif dan mural bertema literasi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan nyaman.
Korpos Tompasobaru Satu, Veldy Tenda, menjelaskan renovasi ini merupakan langkah nyata menghidupkan kembali fungsi perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan literasi masyarakat.
“Kami ingin memperbaiki ruangan perpustakaan menjadi ruang kreatif dan interaktif bagi warga desa terlebih khusus anak-anak, berharap mereka makin termotivasi datang dan membaca di perpustakaan,” ujarnya.
Selain memperbaiki fasilitas fisik, Veldy bersama mahasiswa KKN Tematik Literasi Unima juga membantu merapikan serta mengelompokkan koleksi buku.
Hukum Tua Desa Tompasobaru Satu, Selfie Iroth S.Pd., mengapresiasi kerja keras mahasiswa KKN Unima yang telah berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik di desa.
“Terima kasih kepada mahasiswa KKN Tematik Literasi Unima sudah memperbaiki ruang perpustakaan di desa kami menjadi lebih menarik dan nyaman bagi para pengunjung,” ucap Selfie.
Menurutnya, ketika perpustakaan sudah menjadi menarik maka minat baca dari anak-anak akan lebih tinggi.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Literasi Unima tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menanamkan semangat kepedulian, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis literasi.
Renovasi perpustakaan desa menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan desa yang lebih cerdas, berdaya, dan berbudaya baca.
