Peran Duta Kampus Menurut Clarissa Maramis
TERBERITA.COM, Manado – Menjadi seorang duta kampus tidak hanya sebatas menampilkan rias wajah dan tampang keren, tetapi memikul tanggung jawab besar.
Selain menjadi wajah dari universitas atau fakultas, mereka juga diharapkan merepresentasikan mahasiswa itu sendiri dan dituntut menjaga integritas di mana pun berada.
Seperti dikatakan Clarissa Sheryl Natascha Maramis.
Menurutnya, menjaga integritas, mendengar aspirasi mahasiswa, membawa nilai positif di kampus dan kehidupan sehari-hari, merupakan aksi nyata yang mencerminkan seperti apa sosok duta kampus.
“Saya memegang filosofi Sitou Timou Tumou Tou oleh Sam Ratulangi, yaitu manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain,” ungkapnya.
Dia mengaku, dari filosofi tersebut ia belajar bahwa representasi yang baik bukan sekadar membawa nama kampus, tetapi bagaimana seseorang memberi dampak positif bagi sesama.
Gadis kelahiran Manado, 26 November 2005 ini menjelaskan, duta kampus dapat menjadi jembatan antara kampus, mahasiswa, dan masyarakat.
“Bukan hanya memperkenalkan prestasi dan potensi, tapi menginspirasi mahasiswa untuk berprestasi dan berkontribusi,” kata pemilik akun Instagram @clarissasherylnm ini.
Diketahui, Clarissa pernah mendapatkan gelar Putri Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) tahun 2024, serta meraih Wakil II Noni Unsrat 2025.
Bagi dia, gelar hanya sebatas masa jabatan, tetapi dampak yang ditinggalkan bisa bertahan lebih lama.
“Untuk teman-teman duta kampus yang sedang menjabat, nikmatilah prosesnya, terus belajar, dan jadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk bertumbuh dan memberi dampak,” tuturnya.
“Semoga setelah masa jabatan selesai, yang tersisa bukan hanya foto, selempang, atau penghargaan, tetapi hubungan baik, pengalaman, dan sesuatu yang benar-benar pernah kita kontribusikan untuk kampus serta orang sekitar,” tandasnya. (Mhr)
