Angely Lidya Ungkap Motivasi Ingin Jadi Perawat

TERBERITA.COM, Manado – Motivasi dan keinginan menempuh pendidikan sering datang dari berbagai hal yang ditemui dalam menjalani kehidupan.

Hal itu membuat seseorang memiliki keinginan untuk terus belajar bahkan hingga ke jenjang pendidikan tinggi.

Seperti dialami Angely Lidya Rorimpandey. Dia mengatakan, motivasi terbesarnya menempuh pendidikan di Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat) adalah untuk menjadi pribadi yang berguna bagi orang lain.

“Saya ingin membantu banyak orang melalui ilmu dan pengabdian,” ucap Angely.

Menurutnya kuliah Keperawatan tidak hanya mempelajari cara merawat orang sakit, tapi hadir dan memberi perhatian, dukungan, serta meningkatkan kualitas hidup seseorang.

“Be the reason someone feels like the world is a little kinder, adalah hal yang selalu saya usahakan,” ungkap Wakil II Puteri Sulut 2026 ini.

Angely mengaku, salah satu tantangan terbesar selama kuliah adalah menyeimbangkan tuntutan akademik dan pengembangan diri.

“Sebagai calon perawat kita tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi harus mampu mengaplikasikannya melalui praktik keterampilan klinis,” tukasnya.

Dia menuturkan, ada banyak materi, tugas, dan praktikum serta tugas belajar yang diberikan bagi semua mahasiswa.

“Kita pun melakukan sosialisasi dan edukasi kesehatan di sekolah, tentu semuanya memerlukan rasa tanggung jawab,” sebut gadis kelahiran Minahasa Selatan, 10 Maret 2006 tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dibutuhkan disiplin tinggi agar bisa mengatur waktu dan menentukan skala prioritas selama menjalani perkuliahan maupun kegiatan di luar kampus.

“Karena ada beberapa hal yang jika ditunda bisa merugikan, namun kadang kala menunda merupakan pilihan tepat. Tidak lupa untuk mengatur waktu istirahat sebelum kembali berjibaku dengan kesibukan,” imbuhnya.

 

Keluarga support system terbaik

Pemilik akun Instagram @angellidya ini mengaku sangat bersyukur karena selalu mendapat dukungan keluarga di setiap proses.

“Keluarga adalah support system terbaik, terutama ketika menghadapi kegagalan atau keadaan yang tidak berjalan sesuai harapan,” ucap Wakil II PSIK FK Unsrat ini.

Ia membeberkan, kedua orang tuanya selalu mengajarkan agar menjadi pribadi sopan serta menghargai orang lain.

“Sementara, kedua kakak saya tidak hanya berperan sebagai saudara, tapi juga teman dekat yang selalu bisa diajak berbagi cerita, memberi masukan, dan mendukung setiap keputusan,” tuturnya.

Angely bercerita, dukungan yang selalu ia terima tidak hanya sebagai amunisi, tetapi ruang bagi dirinya bertumbuh dan belajar dari kesalahan.

Gadis dengan hobi hiking dan traveling ini mengakui, proses menjadi seorang berkompeten tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

“Butuh waktu dan kerja keras, karena ada banyak hal yang menguras pikiran serta energi selama kita belajar,” ucapnya.

Meski begitu Angely terus meyakinkan diri sendiri alasan di balik ia memilih dan menjalani semuanya.

“Jangan takut mencoba hal baru selagi itu positif dan membangun. Ikut penelitian dosen, gas. Kompetisi, gas. Dipercayakan tanggung jawab, gas. Semua itu dimulai dengan keyakinan bahwa kita mampu dan bisa melakukannya,” tutupnya. (Mhr)