Pemkab Minahasa Resmi Sosialisasikan Pilhut 2026
TERBERITA.COM, Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa resmi melaksanakan sosialisasi Pemilihan Hukum Tua (pilhut) Tahun 2026 di Gedung Wale Ne Tou, Tondano.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Minahasa, Robby Dondokambey didampingi Wakil Bupati Vanda Sarundajang, Sekda Lynda Watania, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Minahasa.
Acara ditandai dengan peluncuran tahapan pemilihan dan penyerahan kotak suara secara simbolis dari Ketua KPU Minahasa, Rendy Suawa kepada Bupati Robby Dondokambey.
Sementara, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa, Riviva Maringka mengatakan, pilhut adalah agenda strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik.
“Pilhut di Minahasa bukan hanya kewajiban administratif, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga kualitas demokrasi lokal dan memperkuat kepercayaan publik,” jelasnya.
Bupati Minahasa, Robby Dondokambey dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga standar penyelenggaraan pilhut agar tetap menjadi referensi nasional.
“Pada periode sebelumnya, pelaksanaan demokrasi desa di Minahasa mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri karena dinilai berhasil melaksanakan pemilihan secara tertib dan transparan sambil dipantau pemerintah pusat,” ungkap Robby.
Prestasi ini harus kita pertahankan dengan memastikan proses tahun 2026 berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga menggarisbawahi prinsip kearifan lokal Torang Samua Basudara sebagai fondasi dalam menyikapi perbedaan pilihan.
“Saya meminta kepada seluruh panitia pemilihan agar menjaga netralitas dan integritas, sementara para calon hukum tua saya harap berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan visi serta program kerja,” sebutnya, Selasa (17/3/2026).
Bupati menegaskan kepada seluruh perangkat pemerintah untuk tetap menjaga netralitas dan mendukung semua tahapan.
Di sela-sela sosialisasi, Bupati mengajak masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah di tengah berbagai peringatan hari besar keagamaan yang berlangsung bersamaan, yakni masa sengsara menjelang Paskah bagi umat Kristiani, ibadah puasa dan Idulfitri bagi umat Islam serta Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu.
Dirinya berharap sinergi antara penyelenggara, peserta, dan masyarakat dapat melahirkan pemimpin desa yang memiliki legitimasi kuat untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi desa masing-masing di Minahasa.
