Masyarakat Adat Bantik Gelar Upacara Manahumama, Bukti Nyata Jaga Warisan Leluhur

TERBERITA.COM, Manado – Masyarakat Adat Bantik, Kelurahan Bengkol, menggelar Upacara Manahumama, bertempat di lapangan bola Tongkuku Bengkol, Kota Manado.

Upacara ini dihadiri 11 komunitas Adat Bantik yakni Talawaan Bantik, Meras, Molas, Bailang, Buha, Singkil, Malalayang, Bengkol, Kalasey, Tanamon, dan Sumoit.

Dalam pelaksanaanya, Manahumama menampilkan tarian Upasa dan Mahamba.

Upasa adalah tarian perang yang menampilkan atraksi ilmu kekebalan tubuh.

Sedangkan Mahamba merupakan ungkapan syukur lewat lagu dan menari berpasangan.

Pelaksanaan Upacara Manahumama ialah bertujuan meminta petunjuk leluhur sebelum pelaksanaan Festival Budaya Bantik pada 5 September.

Selain itu, upacara ini dilaksanakan pada momen penting lain seperti, menempati rumah baru, perbaikan rumah, mengobati orang sakit, dan pergi berperang.

Pada prosesnya, pemimpin upacara menyajikan sesajen seperti pinang, sirih, saguer dan lainya sebagai syarat utama.

Ronny Mopay, selaku Tonaas Bantik mengatakan, Upacara Manahumama digelar dengan tujuan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghormati para leluhur Bantik.

“Kita meminta petunjuk dan restu untuk melakukan kegiatan besar pada 5 September, yaitu memperingati wafatnya Pahlawan Nasional, Robert Wolter Monginsidi sebagai putra asli Bantik,” jelasnya.

“Di Upacara Manahumama kita tidak menyembah entitas lain selain Mabu (Tuhan), tetapi kita menghormati para leluhur,” ungkapnya, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, potensi krisis identitas di kalangan generasi muda akan sangat berdampak pada warisan dan nilai Masyarakat Adat Bantik.

“Jika tidak ada lagi generasi yang mengetahuinya, maka identitas budaya kita akan lenyap ditelan dunia modern,” tukasnya.

Ronny berharap anak muda Bantik memiliki keinginan belajar dan melestarikan adat serta budaya mereka.

Senada, Pdt. Jusuf Kunondo, menyebutkan, Upacara Manahumama merupakan pengingat agar masyarakat tidak melupakan para leluhur dan selalu berdoa kepada Mabu.

“Sangat berharap adat budaya kita selalu dilestarikan, terutama oleh generasi muda Bantik agar ikut berperan sebagai bagian dari penerus,” tandasnya.

Pelaksanaan Upacara Manahumama menjadi bukti nyata Masyarakat Adat Bantik menjaga warisan leluhur serta mempertahankan api tradisi demi mengenang keteguhan perjuangan. (Mhr)