Panggilan Hati Menjaga Lingkungan, Claudya: Komitmen dan Konsistensi

TERBERITA.COM, Manado – Permasalahan lingkungan dan perubahan iklim menjadi masalah serius selama beberapa tahun belakangan.

Hal itu disebabkan makin parahnya kerusakan bumi dan kondisi iklim yang semakin berubah serta tidak menentu.

Sebagai penerus, Generasi Z kini diberi tanggung jawab menjaga dan melestarikan lingkungan agar tetap lestari dan berkelanjutan.

Seperti dikatakan Tesalonika Claudya Poluan. Menurutnya, sebagai generasi yang tumbuh di era digital dan serba cepat, Gen Z punya kekuatan besar dalam membentuk pola hidup berkelanjutan.

“Bisa dimulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih transportasi ramah lingkungan, serta lebih bijak dalam konsumsi energi,” kata Claudya.

“Sebagai mahasiswa biologi, saya melihat perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran kecil, mulai dari diri sendiri,” ucap Noni FMIPA Unsrat 2024 ini.

Claudya berujar, Gen Z perlu aktif menyuarakan isu lingkungan melalui media sosial dan komunitas, agar kesadaran ini terus menular dan menjadi gaya hidup bersama.

Gadis kelahiran Manado, 12 Januari 2006 ini berpendapat, Indonesia berpeluang besar mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 berkaitan perubahan iklim.

Claudya menuturkan, hal itu bisa diwujudkan melalui sinergi kuat antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah.

“Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa, itu adalah modal besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” paparnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dari segi akademik penelitian di bidang Biologi—Konservasi, Ekologi, dan Bioteknologi Lingkungan—bisa menjadi kontribusi penting mencapai SDGs.

“Kuncinya ialah konsistensi dan komitmen, bukan hanya pemerintah, tapi juga dari generasi muda yang sadar akan pentingnya keberlanjutan,” tegasnya.

Pemilik akun Instagram @claudyatesa ini menyebutkan, Gen Z harus lebih peka dan bertanggung jawab terhadap aktivitas sehari-hari yang berpotensi menambah polusi udara.

Claudya percaya, menjaga keseimbangan antara alam dan manusia adalah bentuk nyata dari kepedulian terhadap kehidupan.

“Sebagai mahasiswa Biologi, saya merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi menjaga keseimbangan alam,” gadis yang hobi mengedit vidio ini.

Ia berpendapat, pemerintah perlu memperkuat kebijakan berbasis sains dan memperluas kerja sama dengan lembaga pendidikan serta komunitas lingkungan.

“Misalnya mendukung penelitian mahasiswa di bidang Biologi yang fokus pada solusi ekologi atau konservasi,” paparnya.

Dia menambahkan, penting untuk memperketat regulasi industri agar emisi dan limbah bisa dikendalikan dengan baik.

“Lingkungan sehat tidak bisa diciptakan hanya dengan aturan, tapi melalui edukasi dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah juga masyarakat,” imbuhnya.

“Karena bagi saya, menjaga lingkungan bukan hanya tugas akademik tetapi panggilan hati untuk memastikan bumi tetap layak dihuni bagi generasi setelah kita,” pungkasnya. (Mhr)