Mahasiswa KKN Unima Posko Tongkaina Gerakan Budaya Literasi Anak Lewat Baca Buku

TERBERITA.COM, Minahasa – Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unima Posko Tongkaina, melaksanakan program “Bacakan Buku Saya” bagi anak-anak di Kelurahan Tongkaina.

Program ini merupakan arahan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang dilaksanakan melalui perpanjangan tangan mahasiswa KKN.

Program ini juga memperkenalkan macam-macam buku cerita yang disesuaikan dengan usia anak, mulai dari usia prasekolah hingga sekolah dasar.

Program “Bacakan Buku saya” dilaksanakan Mahasiswa Unima dari 3 posko yang berkolaborasi bersama.

3 posko tersebut bertempat di Kelurahan Tongkaina di Posko Lingkungan 1, Posko Lingkungan 2, dan Posko Lingkungan 3.

Setiap sore ketiga kelompok berkumpul di Perpustakaan Kelurahan Tongkaina untuk membacakan buku cerita yang berbeda kepada anak-anak terbagi dalam 3 kategori, yaitu: Pembaca Dini kode A (usia 0-7 tahun), Pembaca Awal kode B (usia 7-10 tahun), dan pembaca semenjana kode C (usia 10-12 tahun).

Menurut salah satu mahasiswa di lingkungan 2 Daniel Engka, menyebutkan kegiatan ini sangat berpengaruh terhadap minat baca anak-anak di Kelurahan Tongkaina.

“Pada hari pertama, mereka masih belum mengetahui kegiatan apa yang akan dilaksanakan mahasiswa, namun tetap antusias,” kata Daniel.

Ada pun mahasiswa dari lingkungan 1 Alyan Katiandagho, yang bertugas menyusun kategori buku dan mengelompokkan anak berdasarkan rentang usia menceritakan bahwa program ini disambut baik anak-anak Tongkaina.

“Bahkan tidak sedikit juga diantara mereka yang datang sebelum kegiatan dimulai, kegiatan ini dimulai pada pukul 15.00 Wita, namun mereka sudah mulai berdatangan dari pukul 14.30,” jelas Alyan.

Ia mengisahkan, awalnya ada beberapa anak yang masih malu-malu, tapi seiring berjalannya waktu mereka mulai berani bertanya dan berdiskusi tentang buku bacaan yang dibacakan.

Mahasiswa Chintami Kahuluge menambahkan, kegiatan ini bukan hanya sekadar membacakan buku, tetapi memberi ruang interaksi antara mahasiswa dan anak-anak.

“Setelah pembacaan cerita, anak-anak diajak menceritakan kembali bagian yang mereka sukai, menggambar ilustrasi, atau memainkan permainan singkat berkaitan isi buku,” sebut Chintami.

“Kami juga dapat laporan dari sekretaris kelurahan setelah kegiatan “Bacakan Buku Saya” selesai, sudah ada beberapa anak yang datang meminjam buku dan membaca langsung di perpustakaan kelurahan,” tuturnya.

Melalui program “Bacakan Buku Saya”, membuat anak-anak lebih sering berdampingan dengan buku, walaupun hanya beberapa jam ditiap sore, tapi ini sangat membantu dalam meningkatkan minat baca anak-anak.