KKN Tematik Literasi Unima Posko Suluun 1 Sukses Lakasanakan Membaca Nyaring dan Sosialisasi Anti-Bullying
TERBERITA.COM, Minahasa – Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unima Posko Suluun 1 menggelar kegiatan Membaca Nyaring dan Sosialisasi Anti Bullying bagi pelajar SD Inpres Suluun 1.
Dalam pelaksanaan membaca nyaring mahasiswa KKN membacakan cerita secara ekspresif kepada anak-anak.
Siswa diajak menikmati cerita, meningkatkan kosakata, melatih kemampuan memahami isi bacaan, dan menumbuhkan minat baca sejak dini.
Membaca Nyaring membantu anak-anak belajar mendengarkan dengan baik serta membangun imajinasi melalui cerita.
Selain itu, mahasiswa pun melaksanakan Sosialisasi Anti-Bullying guna mengenalkan siswa pada pentingnya sikap menghargai, bmsopan, dan tidak melakukan menyakiti teman.
Sosialisasi ini disajikan secara sederhana dan menyenangkan, seperti melalui permainan, vidio pendek, dan tanya jawab interaktif.
Anak-anak diperkenalkan pada berbagai bentuk bullying, cara menghindarinya, serta langkah yang harus dilakukan jika melihat atau mengalami perilaku tersebut.
Kedua kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar positif, aman, dan mendukung perkembangan karakter anak.
Korpos Suluun 1, Fitri Ramadhani Gonibala menyebutkan, Membaca Nyaraing dan Sosialosasi Anti-Bullying menjadi program paling berdampak dalam pelaksanaan KKN.
“Saya melihat anak-anak begitu antusias mengikuti sesi membaca nyaring; mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi aktif menjawab pertanyaan dan berdiskusi tentang isi cerita,” ungkap Dini.
Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa pendekatan literasi melalui metode yang menyenangkan mampu meningkatkan minat baca mereka secara signifikan.
Sementara, Sosialisasi Anti-Bullying dinilai sangat penting membentuk karakter dan perilaku positif sejak dini. Anak-anak diperkenalkan pada cara mengenali, mencegah, serta melaporkan tindakan bullying.
“Respon mereka sangat baik, banyak yang berani berbagi pengalaman dan menunjukkan pemahaman tentang pentingnya saling menghargai,” ucap Dini.
Sebagai Korpos ia mengklaim, kegiatan ini berhasil memberi dampak nyata bagi siswa dan lingkungan sekolah.
“Harapan saya, materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menciptakan suasana belajar aman, nyaman, dan penuh empati,” pungkasnya.
