Apresiasi Rektor Unima pada Aplikasi Teknologi Intermittent Irrigation

TERBERITA.COM, Minahasa – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) Tahun 2026 di Ruang Senat E.A. Worang Lantai III Kantor Pusat Unima.

Kegiatan tersebut merupakan awal dari pelaksanaan program penelitian strategis nasional yang berfokus pada mitigasi emisi gas metana (CH4) pada budidaya padi sawah melalui pendekatan sains dan teknologi ramah lingkungan.

Program ini diinisiasi Tim Penelitian penerima pendanaan Bestari Saintek 2026 Unima yang diketuai Guru Besar Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kebumian (FMIPAK) Unima Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si.

Rektor Unima, Dr. Joseph Philip Kambey, SE., Ak., MBA., mengapresiasi keberhasilan tim peneliti Unima yang lolos pada program pendanaan nasional Bestari Saintek 2026.

“Bersyukur boleh mengikuti sosialisasi dan penyamaan persepsi Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi Tahun 2026.

Diketahui program ini diikuti hampir 9.000 periset dari seluruh Indonesia dengan ribuan proposal yang diajukan, namun hanya 122 proposal yang dinyatakan lolos.

Unima melalui Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., menjadi satu-satunya penerima pendanaan dari Provinsi Sulawesi Utara.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan bagi Unim karena mampu bersaing secara nasional dalam bidang riset dan pengembangan teknologi berbasis lingkungan.

Rektor menilai penelitian tersebut tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga membuka peluang besar bagi masyarakat, khususnya kelompok tani di Kelurahan Tataaran II sebagai mitra utama penelitian.

“Penelitian ini menjadi kesempatan besar bagi masyarakat Minahasa, khususnya Kelompok Tani Tumaar Neh Pemuda di Kelurahan Tataaran II yang menjadi mitra penelitian. Harapannya benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Joseph Kambey.

Rektor menegaskan, Unima berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan tinggi, termasuk program pascasarjana.

“Unima membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Kami ingin semakin banyak SDM berkualitas yang mampu mendorong kemajuan daerah,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa, Drs. Arthur Palilingan, menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa terhadap kolaborasi penelitian tersebut.

“Tentu penelitian ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu Pemerintah Kabupaten Minahasa akan menindaklanjuti kolaborasi ini,” kata Palilingan.

Ia mengatakan, penelitian berbasis kemitraan dengan pemerintah daerah menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang sejalan dengan visi Bupati Minahasa, Robby Dondokambey.

“Saya memahami penelitian ini bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa. Hal-hal seperti ini menjadi perhatian dan prioritas pemerintah daerah,” sebutnya.

Palilingan menyebutkan, kegiatan sosialisasi serupa bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga tingkat pemerintah daerah yang lebih luas.

“Berharap ini bisa dilaksanakan dalam skala lebih besar dan melibatkan lebih banyak pihak, karena program ini sangat penting untuk didukung bersama,” tuturnya.

Ketua tim penelitian, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., memaparkan sejumlah materi penelitian terkait perubahan iklim dan emisi gas metana dari lahan persawahan.

Dirinya menjelaskan peningkatan suhu rata-rata global sejak tahun 1850 hingga 2025 serta proses terbentuknya emisi gas CH4 pada lahan padi sawah akibat penguraian bahan organik secara anaerob oleh bakteri metanogen.

Pola emisi gas metana selama satu musim tanam, kondisi potensial redoks tanah pada sistem aerob dan anaerob, hingga penerapan teknologi intermittent irrigation sebagai strategi mitigasi emisi gas rumah kaca pada sektor pertanian.

Tim penelitian turut mempresentasikan analisis Social Return on Investment (SROI) pada penerapan teknologi intermittent irrigation dalam budidaya padi sawah, termasuk proses pengambilan sampel gas CH4 dan strategi diseminasi program mitigasi gas metana dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unima, Dr. Armstrong Sompotan, M.Si., mengapresiasi pimpinan universitas serta seluruh mitra yang terlibat dalam pelaksanaan penelitian Bestari Saintek 2026.

“Diharapkan menjadi contoh dan motivasi bagi para dosen untuk terus meningkatkan budaya riset serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar Armstrong.

Ia pun menyampaikan penghargaan kepada seluruh mitra penelitian yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Terima kasih juga kepada seluruh mitra dalam penelitian ini yang berkolaborasi bersama Unima sehingga berjalan dengan baik,” tandasnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Senat Unima, Prof. Dr. Beatrix Podung, M.Kes., AIFO., Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Mister Gidion Maru, M.Hum., Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Rolles Palilingan, MSi., Ketua SPI, James Manengkey, SE., DEA., MSA., Dekan FT, Dr. Hendro Sumual, ST, M.Eng, M.Pd., Dekan FIKKM, Prof. Dr. Fredrik Makadada, M. Kes, AIFO., Dekan FISH, Prof. Dr. Theodorus Pangalila, S.Fils., S.H., M.Pd., Dekan FBS, Dr. Grace Luntungan, M.Hum., Kepala Biro Akademik UNIMA, Vivi Saroinsong, S.Pi., M.A.P., dan para kepala unit pelaksana akademik lingkup Unima.