Pelatihan Community Organizer AMAN Sulut, Kharisma: Seluruh Kader Harus Hadir di Komunitas Adat
TERBERITA.COM, Manado – Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Utara menggelar Pelatihan Kader Penggerak Community Organizer, berlokasi di Kobong Om Tani, Langowan, Minahasa.
Agenda ini diikuti sejumlah Kader AMAN dari berbagai komunitas adat yang tersebar di Sulut.
Djarna Patilima, sebagai salah satu peserta mengatakan, dirinya bisa lebih mengetahui seperti apa perjuangan AMAN.
“Ini penting karena memberi gambaran soal apa yang harus dilakukan di wilayah adat ke depan,” sebut Djarna, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia menambahkan, pelatihan Community Organizer sangat menambah wawasan tentang bagaimana kerja-kerja AMAN guna membela Masyarakat Adat.
“Perlu ada edukasi dan sosialisasi karena organisasi ini membantu kami untuk terus membela setiap hak Masyarakat Adat,” sampainya.
Kepala Biro OKK AMAN Sulut, Meliza Mamangkey, menjelaskan bahwa pelatihan kader penggerak sangat penting untuk membekali para Kader AMAN.
“Seorang kader penggerak harus memiliki banyak pengetahuan soal Masyarakat Adat, sadar akan jati diri, dan memahami apa yang sebenarnya mereka perjuangkan,” ujar Meliza.
“Tentu ini merupakan salah satu cara bagaimana kami membangkitkan kesadaran komunitas adat tentang bagaimana seharusnya mempertahankan wilayahnya,” imbuhnya.
Ia berharap, setelah pelatihan para Kader AMAN bisa membaca setiap pola dan menganalisa dinamika di Masyarakat Adat.
Ketua PH AMAN Wilayah Sulut, Kharisma Kurama mengatakan bahwa penguatan kader menjadi bagian penting dalam membangun gerakan Masyarakat Adat yang lebih terorganisir dan berdaya.
“Community Organizer bukan sekadar penggerak organisasi, tetapi ujung tombak perjuangan di komunitas adat. Mereka harus mampu mengorganisir masyarakat, membangun kesadaran kritis, dan memastikan hak-hak Masyarakat Adat tetap diperjuangkan,” tegasnya, Senin (25/5/2026).
Menurutnya tantangan yang dihadapi Masyarakat Adat di Sulawesi Utara semakin kompleks, mulai dari ancaman terhadap wilayah adat hingga kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada Masyarakat Adat.
“Seluruh kader AMAN harus hadir di tengah komunitas, memahami persoalan di akar rumput, serta mampu membangun solidaritas dan gerakan bersama,” pungkasnya. (Mhr)
