Pengakuan Putra dan Putri Fatek Unsrat 2026

TERBERITA.COM, Manado – “Menjadi Putri Fakultas Teknik (Fatek) adalah hal luar biasa bagi saya pribadi karena bisa berjuang sampai di titik ini, dan tentu semuanya atas izin Tuhan,” ungkap Putri Fatek Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) 2026, Angelique Kumendong.

Hal itu disampaikannya ketika ditanya soal proses pemilihan Putra Putri Fatek Unsrat.

Menurut dia, proses pemilihan tidaklah mudah dan membutuhkan banyak pengorbanan.

Meski begitu Angelique mengaku sangat bersyukur boleh melewati semuanya hingga bisa membentuk pribadinya.

“Dukungan keluarga sangat luar biasa karena terus mendoakan, serta memotivasi sejak awal hingga final,” sebutnya.

Ia juga berterima kasih pada teman-temannya yang selalu setia menemani dan membantu di berbagai kesibukan.

Mahasiswi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ini mengaku banyak menerima pelajaran berharga selama mengikuti seluruh tahapan pemilihan.

“Tidak ada anak muda yang tidak bisa mencapai tujuan mulia. Sebagai yang termuda diantara seluruh finalis, saya tetap berusaha maksimal, sisanya serahkan pada Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Baginya, menyandang gelar Putri Fatek adalah bagaimana berkontribusi untuk kampus dan membawa nama baik fakultas pada masyarakat.

“Ada beberapa hal yang boleh dilakukan, seperti bakti sosial, dan kampanye di media sosial terkait pelestarian lingkungan serta isu-isu terkini,” sampainya.

Serupa, Putra Fatek Unsrat 2026, Reeve Tangel mengaku bersyukur dan tidak menyangka bisa menyandang gelar tersebut.

“Awalnya ingin menyerah, tapi saya menegaskan pada diri sendiri bahwa ini proses menjadi pribadi lebih disiplin,” katanya.

“Tantangan selama mengikuti tahapan pemilihan ialah manajemen waktu, harus diseimbangkan sebagai finalis dan tanggung jawab akademik,” sebutnya pada Senin (26/10/2026).

Reeve mengaku, dari setiap tantangan itu dirinya terus belajar dan berkembang.

“Menjadi Putra Fatek merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab baru yang boleh mendorong saya menjadi lebih baik ke depan,” imbuhnya.

Dia berujar, perubahan cara pandang terhadap diri sendiri adalah hasil yang paling terasa ketika melalui setiap proses pembentukkan.

“Perlu dipahami bahwa tanggung jawab, kepercayaan, dan sikap rendah hati adalah hal-hal yang harus diutamakan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sebagai Duta Fakultas Teknik Unsrat, tugas pertama adalah menjadi contoh dan teladan bagi mahasiswa.

“PPFT adalah wadah untuk mulai mewujudkannya, selain itu kita harus bisa berdampak positif baik bagi kampus maupun masyarakat,” tandasnya.

Diketahui, Reeve Tangel dan Angelique Kumendong berhasil meraih gelar Putra serta Putri Fatek Unsrat 2026 pada Grand Final Pemilihan Putra Putri Fatek di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara pada Minggu, 25 Oktober 2026. (Mhr)