Hadiri Sosialisasi Anti Korupsi, Sekda Watania: Bangun Benteng Pertahanan Moral

TERBERITA.COM, Minahasa – Sekretaris daerah (Sekda)Kabupaten Minahasa Lynda Watania, menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama dan sosialisasi anti korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa.

Pada sambutannya, Sekda Watania menegaskan, hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus dijadikan bahan evaluasi sekaligus pijakan melakukan pembenahan di lingkungan pemerintahan.

Ia menerangkan, hasil SPI telah memberi gambaran terkait peta kerawanan korupsi di daerah dan menjadi cermin bagi pemerintah daerah untuk melihat berbagai kelemahan yang masih perlu diperbaiki.

“Harus diakui secara jujur kelemahan yang masih ada, baik dalam aspek sistem tata kelola, transparansi, pelayanan publik maupun faktor integritas individu aparatur sipil negara,” Kata Watania.

Sekda menilai kehadiran Forum Penyuluh Antikorupsi (Paksi) Sulawesi Utara di Minahasa menjadi angin segar sekaligus mitra strategis pemerintah demi pencegahan korupsi.

“Melalui kerja sama ini kita ingin membangun benteng pertahanan moral dan sistemik yang lebih kuat,” sampainya di SMP Negeri 1 Tondano, Selasa 15 September 2026.

Sekda lalu menguraikan sejumlah poin penting yang perlu diperhatikan seluruh jajaran Pemkab Minahasa untuk menjadikan hasil SPI sebagai peta jalan perbaikan.

“kiranya seluruh jajaran pemerintah daerah dan para kepala sekolah untuk mempelajari rekomendasi hasil SPI serta menutup berbagai celah yang berpotensi menimbulkan praktik korupsi, khususnya pada sektor pelayanan publik, pengadaan barang dan jasa, serta manajemen sumber daya manusia,” katanya

Selain itu kita harus mengimplementasikan kerja sama secara masif, karena penandatanganan kesepakatan bersama tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus dilanjutkan dengan aksi nyata.

“Saya berharap Forum Penyuluh Antikorupsi Sulawesi Utara dapat membantu kami melakukan edukasi, asistensi dan penyuluhan antikorupsi yang menyasar hingga ke tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Minahasa,” ungkapnya.

Sekda juga mengajak untuk membangun budaya integritas mulai dari diri sendiri karena pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan sistem yang canggih apabila tidak diikuti dengan integritas para pelaksana pemerintahan.

“Korupsi tidak akan bisa diberantas hanya dengan sistem yang canggih jika tidak dibarengi dengan integritas manusianya,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk terus menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Masyarakat Minahasa mendambakan pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel. Untuk itu, kepercayaan publik harus dijaga bersama dengan menolak segala bentuk gratifikasi, suap maupun pungutan liar,” imbuhnya.

“Mari bergandengan tangan, satukan langkah demi mewujudkan Minahasa maju, berintegritas dan bebas dari korupsi,” tandasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan Inspektorat Kabupaten Minahasa ini turut dihadiri, Ketua Paksi Sulut, Magdalena Wulur, Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Leonny Mongi, Inspektur Kabupaten Minahasa, Vicky Tanor, Kepala Dinas Pendidikan Arthur Palilingan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ricky Laloan serta seluruh kepala sekolah di Minahasa.