Novia Enjelina Sebut Kondisi Mental Peserta Didik Masih Jadi Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia
TERBERITA.COM, Manado – Dunia pendidikan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan sulit baik pemerataan, fasilitas, kualitas guru dan kurikulum, serta masih banyak lagi.
Dari sekian banyak tantangan, ada satu yang sering diabaikan dalam konteks pendidikan di Indonesia, yakni kurangnya perhatian pada kesehatan mental peserta didik.
Seperti dikatakan Novia Enjelina. Dia menyebutkan, masalah itu masih sering luput dari perhatian.
“Menurut saya, sekarang banyak generasi muda menghadapi tekanan akademik, tuntutan sosial, hingga pengaruh media digital yang memengaruhi kondisi psikologis mereka,” katanya.
Dalam hal ini kesehatan mental sering dianggap sebagai isu yang sifatnya kurang penting, bahkan tabu untuk dibicarakan.
Faktanya, kesehatan mental yang baik merupakan fondasi bagi proses belajar optimal dan pengembangan potensi diri.
Gadis kelahiran Manado, 13 November 2005 itu menuturkan, sebagai penerus, Gen Z perlu menjadi generasi yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi memahami pentingnya menjaga kesehatan mental.
“Kita harus lebih terbuka berbicara tentang kesehatan mental, saling mendukung, dan tidak ragu mencari bantuan ketika mengalami kesulitan,” ungkap Wakil III Puteri Sulut 2026 ini.
Dia menekankan, Generasi Z harus memanfaatkan teknologi dan akses informasi untuk terus belajar, berkembang, dan menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Pemilik akun Instagram @__noviaenjlna ini menambahkan, pemerintah bersama institusi pendidikan perlu memberi perhatian lebih besar terhadap kesehatan mental generasi muda.
Langkah itu bisa dimulai dari penyediaan layanan konseling yang mudah diakses, edukasi kesehatan mental berkelanjutan, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan suportif.
Selain meningkatkan kualitas akademik, hal lain yang juga perlu diperhatikan ialah kesejahteraan psikologis peserta didik agar bisa berkembang secara utuh, baik sebagai pelajar maupun sebagai individu.
Sebagai mahasiswa keperawatan, dirinya percaya kesehatan mental merupakan bagian tak terpisahkan dari kualitas pendidikan.
“Melalui advokasi Generasi Muda Sulawesi Utara Sehat Mental, saya ingin mendorong terciptanya generasi muda yang sadar pentingnya kesehatan mental, berani mencari bantuan ketika membutuhkan, serta mampu menjadi sumber dukungan bagi sesama,” tegasnya.
“Karena saya meyakini bahwa generasi yang sehat secara mental akan lebih siap menghadapi tantangan dan berkontribusi bagi masyarakat di masa depan,” tandasnya.
Tentang narasumber:
Novia Enjelina merupakan mahasiswi Fakultas Keperawatan di Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado, yang kini fokus mempelajari Stase Jiwa.
Ia diketahui pernah meraih gelar Wakil I Noni UNPI 2024, dan saat ini menjabat sebagai Wakil III Puteri Sulut 2026.
Novia menginisiasi Generasi Muda Sulawesi Utara Sehat Mental sebagai program advokasi bagi generasi muda guna membangun kesadaran terhadap pentingnya isu kesehatan mental. (Mhr)
