Orbanus Naharia Raih Pendanaan Bestari Saintek, Buktikan Keunggulan Unima
TERBERITA.COM, Minahasa – Universitas Negeri Manado (Unima) kembali membuktikan keunggulannya melalui prestasi yang diraih Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., yang berhasil meraih pendanaan Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) Tahun 2025-2026 sebagai satu-satunya perwakilan Provinsi Sulawesi Utara dalam skema kompetitif nasional.
Diketahui, Bestari Saintek merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk memperkuat integrasi antara penelitian akademik dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan, dengan menekankan pendekatan multidisipliner serta hilirisasi hasil riset.
Orbanus mengaku sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan melalui pendanaan Program Bestari Saintek.
Baginya Capaian ini adalah representasi dari kerja kolektif dan kultur akademik yang terus bertumbuh di lingkup Unima.
“Pendanaan ini akan dioptimalkan untuk mengembangkan riset yang tidak hanya unggul secara konseptual, tetapi juga memiliki relevansi praktis dan daya ungkit terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan timur Indonesia,” jelasnya.
“Kami berkomitmen untuk mendorong integrasi antara sains, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, sehingga hasil penelitian dapat ditransformasikan menjadi solusi nyata yang adaptif dan aplikatif,” katanya, di Jakarta.
“Saya juga berharap capaian ini dapat menjadi pemantik semangat bagi sivitas akademika untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta meningkatkan kontribusi keilmuan pada tingkat nasional maupun global,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unima Dr. Armstrong Sompotan, M.Si., mengapresiasi capaian tersebut.
“Keberhasilan Prof. Orba adalah manifestasi konkret dari konsistensi Unima dalam mendorong budaya riset yang unggul, inovatif, dan berdampak luas,” sebut Armstrong.
Dia menjelaskan, capaian ini adalah indikator penting yang menunjukan kapasitas riset Unima semakin kompetitif di level nasional.
“Kami sangat bangga, karena ini bukan hanya prestasi individu, melainkan representasi kualitas kelembagaan dalam menghasilkan penelitian yang relevan dan solutif,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendanaan Bestari Saintek diharapkan mampu menjadi katalisator dalam memperluas jejaring kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta mempercepat proses diseminasi dan implementasi hasil riset di tengah masyarakat.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi UNIMA sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan timur Indonesia yang adaptif terhadap dinamika global.
“Dengan dukungan pendanaan tersebut, diharapkan penelitian yang dikembangkan dapat berkontribusi signifikan terhadap penguatan ekosistem sains dan teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan publik,” tandasnya. (Mhr)
