Mahasiswa Semester V UNPI Laksanakan Penyuluhan Terapi Puzzle
TERBERITA.COM, Manado – Mahasiswa Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado Kelas A2 semester V, melaksanakan penyuluhan sekaligus terapi bermain bagi anak berkebutuhan khusus berupa Terapi Permainan Puzzle (Play Therapy dengan Media Puzzle).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesehatan dan tumbuh kembang anak, khususnya anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Terapi bermain ini dilaksanakan di SLB Kreasi Mandiri, Winangun Atas, Kecamatan Pineleng.
Tempat ini dipilih karena SLB Kreasi Mandiri memiliki beberapa anak yang sesuai dengan capaian terapi yang direncanakan, yaitu anak berkebutuhan khusus ADHD.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan berada di bawah bimbingan dan pendampingan dosen Ns. Julita Legi, S.Kep., M.Kep.
Terapi permainan puzzle merupakan pendekatan terapi perilaku dan terapi okupasi yang bertujuan untuk membantu anak ADHD meningkatkan konsentrasi, kesabaran, serta keterampilan motorik halus.
Melalui aktivitas terstruktur dan menyenangkan, anak dilatih untuk fokus menyelesaikan tugas, mengenali bentuk dan ruang, serta mengembangkan kemampuan berpikir logis.
Tujuan terapi bermain ini meliputi peningkatan atensi, yakni melatih anak agar mampu memusatkan perhatian pada satu aktivitas dalam durasi tertentu.
Selain itu, terapi ini bertujuan mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui pemecahan masalah dan proses berpikir logis.
Terapi puzzle berperan mengontrol impulsivitas, sehingga anak dilatih agar tidak terburu-buru dan lebih sabar menyusun potongan puzzle.
Secara fisik, ini membantu meningkatkan motorik halus melalui koordinasi antara mata dan tangan saat memegang serta menyusun potongan puzzle.

Chelsea Sorongan selaku ketua panitia menjelaskan, terapi bermain tidak hanya sebagai bentuk pemenuhan tugas akademik, tetapi wujud kepedulian mahasiswa terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
“Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami mahasiswa keperawatan untuk belajar berinteraksi langsung dan memberikan intervensi bermakna bagi anak,” ungkap Chelsea.
“Kami berharap melalui terapi bermain puzzle anak-anak dengan ADHD dapat terbantu dalam meningkatkan konsentrasi, kesabaran, serta kemampuan berpikirnya,” pungkasnya. (Mhr)
